Keuntungan dan Kelemahan dari Pengembangan Sistem Informasi secara Outsourcing dibandingkan dengan Insourcing

Sistem informasi secara definisi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Komponen-komponen dalam sebuah sistem informasi antara lain : teknologi informasi, proses dan prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier, rekanan dll. Untuk bisa membuat formulasi strategi implementasi sistem informasi terbaik pada usaha kecil dan menengah, kita perlu memahami berbagai hal yang menjadi bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri.

Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab dan penggerak yang sebenarnya. Peran utama aplikasi Sistem Informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan kompetitif diluar perusahaan dengan menggunakan sumberdaya-sumberdaya yang terdapat didalam perusahaan itu sendiri. Perusahaan dapat bertahan hidup dan berhasil dalam jangka panjang hanya jika perusahaan tersebut berhasil mengembangkan strategi tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam industrinya.

Menurut O’Brien dan Marakas (2006), beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi out-sourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi diantaranya:

  1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi.
  2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi.
  3. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
  4. Faktor waktu/kecepatan.
  5. Proses pembelajaran pelaksana Sistem Informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama.
  6. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.

Keputusan suatu perusahaan untuk melakukan outsourcing, dewasa ini, tak selalu dikarenakan ketidakmampuan melakukannya sendiri. Pertimbangan biaya memang selalu dijadikan alasan, tetapi nilai strategisnya juga tak kurang menjadi perhatian yang sangat penting. Sehingga, outsourcing dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan alasan, yang boleh jadi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya sangat berbeda. Pertimbangan biaya, ketersediaan SDM yang sesuai, kesibukan yang tak memungkinkan melakukannya sendiri, atau karena ada pihak lain yang mampu melakukan lebih baik dan dengan biaya yang terjangkau. Namun, secara prinsipil outsourcing berarti penyerahan pengerjaan atau penyediaan layanan tertentu ke pihak ketiga dengan berbagai pilihan dan bentuk kerjasama. Begitu juga, pola outsourcing yang dilakukan sangat bervariasi, apakah itu dilaksanakan langsung oleh vendor atau melalui mitra lokal, misalnya perusahaan penyedia jasa outsourcing yang dikenal sebagai Application Service Provider (ASP).

Memanfaatkan sumber daya dari luar negeri untuk mendapatkan layanan outsourcing, juga kini menjadi pilihan yang cukup kompetitif bagi perusahaan-perusahaan besar, khususnya sejak anggaran teknologi informasi (TI) terus cenderung menurun mulai tahun 2000 hingga saat ini.  Selain itu, outsourcing juga menjadi pilihan bagi perusahaan untuk mengantisipasi tingginya perputaran tenaga kerja TI, yang bukan tidak mungkin hal itu akan menjadi hambatan dalam menjalankan bisnisnya secara lebih baik. Karena, ketika penerapan TI telah dilakukan secara intensif, tuntutannya adalah bagaimana tersedianya SDM yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam menjalankannya.

Pendekatan Out-Sourcing

Pendekatan outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya.

Berikut ini merupakan gambar diagram yang menunjukkan proses apa saja yang dilakukan dalam lewat cara outsourcing.

Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsource. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada.  Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.

Berikut ini merupakan gambaran proses yang terjadi pada pendekatan outsourcing.

Perusahaan melakukan outsourcing dengan beberapa tujuan sbb :

  1. Meningkatkan fokus bisnis
    Usaha kecil menengah akan lebih berfokus pada core bisnis nya
  2. Meningkatkan daya saing karena peningkatan skill IT vendor outsourcing.
    Sementara outsourcing provider akan menghususkan diri dalam membangun beberapa skil unggulan dalam sistem dan teknologi informasi pada saat yang bersamaan usaha kecil menengah yang menggunakan jasa mereka akan mendapatkan keuntungan karena akan selalu terupdate dalam hal teknologi
  3. Membagi resiko biaya operasional dan investasi.
    JIka usaha kecil menengah melakukan semuanya sendiri, maka mereka juga harus mengatur resiko terhadap biaya operasional dan investasi, dengan mengalihkan sebagian proses, hal ini secara otomatis telah membagi resiko biaya operasional dan investasi

Adapun keuntungan dari penggunaan pendekatan outsourcing adalah :

  1. Perusahaan dapat lebih fokus pada hal yang lain, karena proyek telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.
  2. Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
  3. Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan untuk kedepannya.
  4. Biasanya perusahaan outsource sistem informasi pasti memiliki pekerja IT yang kompeten dan memiliki skill yang tinggi, dan juga penerapan teknologi terbaru dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan outsource. Jadi dengan menggunakan outsource, otomatis sistem yang dibangun telah dibundle dengan teknologi yang terbaru.
  5. Walaupun biaya untuk mengembangkan sistem secara outsource tergolong mahal, namun jika dibandingkan secara keseluruhan dengan pendekatan insourcing ataupun selfsourcing, outsourcing termasuk pendekatan dengan cost yang rendah.

6 (enam) alasan utama mengapa suatu perusahaan melakukan alihdaya (outsourcing), yakni:

  1. Pengurangan biaya dilihat dari total bisnis atau cost relative reduction. Outsourcing diharapkan akan meningkatkan pendapatan. Misalnya, jika  semula pendapatannya hanya 500, bagaimana dengan outsourcing akan naik menjadi 700, sedang biaya TI yang dikeluarkan naik dari 50 menjadi 60. Jadi, pengaruhnya harus dilihat dari total pendapatan. Dengan kenaikan itu, rasionya semakin mengecil. Karenanya, pendapatannya juga akan meningkat. Dari sisi biaya, outsourcing memungkinkan mengatur pengeluaran TI secara lebih baik.
  2. Munculnya dorongan agar teknologi diubah atau ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan kekurangan orang yang bisa mengaplikasikan teknologi baru itu. Atau, ada penggunaan TI untuk keperluan bisnis secara besar-besaran (Large Scale Business). Outsourcing juga membuka peluang akses terhadap munculnya keterampilan baru dengan tanpa harus mempertahankan orang. Jika suatu perusahaan harus investasi TI sendiri, biaya yang dibutuhkan cukup besar dan waktu penanganannya tidak bisa cepat. Dengan outsourcing diharapkan para pebisnis dapat mengoptimalkan penggunaan TI sejalan dengan strategi bisnis perusahaannya.
  3. Mutu pelayanan (Quality of Service) terhadap pengguna harus terus meningkat. Padahal implementasi TI yang ada sudah tidak memadai lagi karena kualitasnya terbatas. Dengan outsourcing diharapkan kualitas layanan bisa menjadi lebih baik.
  4. Dikarenakan merger dan akuisisi yang terus-menerus terjadi, menyebabkan outsourcing menjadi pilihan yang bijaksana, karena tidak terlalu berisiko.
  5. Dengan penggunaan outsourcing, memungkinkan perusahaan mengubah proses bisnis dalam organisasinya agar mampu merespon berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkungan di mana bisnis tersebut berkembang.
  6. Outsourcing memungkinkan suatu organisasi bisa lebih fokus pada bisnis intinya (Core Business). Sedang kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung telah dilakukan oleh pihak ketiga (Outsourcer).

Alasan utama untuk perusahaan melakukan Outsourcing yaitu :

1. Reduce Cost / Mengurangi biaya (36%)

2. Focus on Core / Fokus pada inti (36%)

3. Improve Quality /  Meningkatkan kualitas (13%)

4. Increase speed to market / Meningkatkan kecepatan ke pasar (10%)

5. Foster Innovation / Membantu inovasi (4%)

6. Conserver Capital / Menghemat modal (1%)

Dari data di atas, yang paling menjadi alasan utama untuk outsourcing adalah karena dapat mengurangi biaya dan fokus pada inti

Proses outsourcing pada perusahaan harus dikomunikasikan dan diinformasikan kepada berbagai divisi yang ada pada perusahaan tersebut termasuk staff bagian IT, sehingga ketika outsourcing dilaksanakan para staff memahami pentingnya keahlian dan teknologi baru bagi perusahaan mereka dan  di dorong untuk memperoleh keahlian baru tersebut.

Beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi adalah sebagai berikut :

  1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi
  2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi
  3. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan
  4. Faktor waktu/kecepatan
  5. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama
  6. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.

Perusahaan yang ingin menggunakan strategi outsourcing untuk mengembangkan sistem informasi di perusahaan mereka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menentukan pengembang yang ditunjuk untuk membangun sistem informasi dengan hati-hati. Sebaiknya, pihak luar yang dipilih memang benar-benar telah berpengalaman
  2. Menandatangani kontrak. Kontrak dimaksudkan sebagai pengikat tanggung jawab dan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melanjutkan atau menghentikan proyek jika terjadi masalah selama masa pengembangan
  3. Merencanakan dan memonitor setiap langkah dalam pengembangan agar keberhasilan proyek benar-benar tercapai. Kontrol perlu diterapkan pada setiap aktivitas dengan maksud agar pemantauan dapat dilakukan dengan mudah
  4. Menjaga komunikasi yang efektif antara personil dalam perusahaan dengan pihak pengembang dengan tujuan agar tidak terjadi konflik atau hambatan selama proyek berlangsung
  5. Mengendalikan biaya dengan tepat denngan misalnya memperhatikan proporsi pembayaran berdasarkan persentasi tingkat penyelesaian proyek.

Investasi dalam Teknologi Informasi dapat memungkinkan bisnis untuk mengunci pelanggan dan pemasok (dan menahan diluar para pesaing) dengan cara membangun hubungan baru yang bernilai dengan mereka. Hubungan bisnis ini dapat mejadi begitu berharga bagi pelanggan atau pemasok sehingga mencegah mereka untuk meninggalkan perusahaan anda ke pesaingnya, atau untuk mengintimidasi mereka agar menerima kesepakatan bisnis yang lebih rendah keuntungannya. Dengan menerapkan metode out-sourcing, perusahaan dapat terus fokus pada kegiatan usaha utamanya, sementara itu pengembangan sistem informasinya diserahkan kepada pihak ketiga (vendor).

Keuntungan (advantage) jika perusahaan menggunakan strategi outsourcing adalah:

  1. Perusahaan dapat mengonsentrasikan diri pada bisnis yang ditangani Masalah mengenai hardware, sofware, dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor.
  2. Dapat digunakan untuk meningkatkan kas dalam aset perusahaan karena tak perlu ada aset untuk teknologi informasi
  3. Mendapatkan kepakaran yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju lebih menghemat biaya.
  4. Mempersingkat waktu pengembangan
  5. Menghilangkan penyediaan sarana saat beban puncak terjadi (yakni ketika terjadi masa-masa pembeli membanjir) dan cukup melakukan pengeluaran biaya sesuai dengan tambahan layanan yang diberikan oleh pihak luar
  6. Memfasilitasi downsizing, sehingga perusahaan tak perlu memikirkan pengurangan pegawai.
  7. Solusi untuk bisnis
  8. Penggunaan aset
  9. Akses ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih canggih

10.  Perbaikan waktu untuk pengembangan

11.  Peniadaan kepadatan dan kejarangan penggunaan

12.  Memfasilitasi pengecilan ukuran perusahaan

Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan vendor adalah  :

  1. Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge)
  2. Kemampuan teknis
  3. Kemampuan keuangan
  4. Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya.

Keuntungan IT outsourcing, antara lain:

Skalabilitas & Kemampuan Beradaptasi

Membangun dan memelihara infrastruktur IT membutuhkan banyak waktu. Sektor IT menjadi lebih kompetitif, sehingga mengambil terlalu banyak waktu untuk penerapan satu teknologi akan sangat berisiko. IT outsourcing memungkinkan percepatan adaptasi dan transformasi bisnis Anda terhadap perubahan pasar atau ancaman para pesaing.

Penghematan Biaya (Cost Saving)

Kecenderungan kegiatan bisnis yang saat ini terlihat jelas adalah bahwa perusahaan menggeser aplikasi bisnis berbasis web. Ketercapaian ini akan sangat tergantung pada ketersediaan dukungan aplikasi web selama 24/7. Biaya yang ditimbulkan untuk mendukung upaya ini pun mungkin akan mengejutkan. Perusahaan perlu database administrator, ahli jaringan, pakar keamanan dan sekitar 24 jam dukungan teknis untuk membantu pengguna dan pelanggan. Penghematan biaya dengan outsourcing fungsi-fungsi IT ini, tentunya akan berdampak sangat signifikan.

IT Staffing

Sebagian besar perusahaan saat ini menjadi sadar akan banyaknya faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perekrutan staf IT, antara lain:

  • Training, staf IT memerlukan update skill secara terus-menerus untuk tetap mampu memenuhi kebutuhan teknologi. Bandingkan ini dengan Managed IT Vendor yang dapat mengagregat biaya pelatihan terhadap beberapa pekerja IT.
  • Turn over dan dampak kehilangan personil kunci IT dapat mempengaruhi hilangnya pengetahuan dan prosedur-prosedur IT. Bandingkan ini dengan Managed IT Vendor yang memiliki kolam besar pekerja terampil dan dapat mengurangi hilangnya personil kunci.
  • Biaya karyawan, pajak dan biaya sumber daya manusia lain yang bekerja in-house dapat bertambah secara signifikan. Bandingkan dengan Managed IT Vendor yang dapat memberikan layanan ini dengan tarif tetap, terprediksi dan terukur.

Selain keunggulan diatas, pendekatan outsourcing juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan-kelemahan itu antara lain:

  1. Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan atau diinovasi di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.
  2. Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.
  3. Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
  4. Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Kelemahan dari penggunaan strategi outsourcing oleh suatu perusahaan adalah:

  1. Kehilangan kendali terhadap sistem dan data karena bisa saja pihak outsourcer menjual data ke pesaing
  2. Mengurangi keunggulan kompetitif karena pihak outsourcer tidak dapat diharapkan untuk menyediakannya karena juga harus memikirkan klien lain
  3. Menjadi sangat bergantung pada pihak luar sehingga sangat sulit bagi perusahaan untuk mengambil alih kembali sistem yang sedang berjalan
  4. Ketidakfleksibilitasan
  5. Kehilangan kendali
  6. Pengurangan keunggulan kompetitif
  7. Sistem paket
  8. Tujuan yang tidak terpenuhi
  9. Layanan yang kurang baik

Pendekatan In-Sourcing

Pendekatan in-sourcing merupakan kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing.

In-sourcing adalah metode pengembangan Sistem Informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Sistem Informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk memberikan pengarahan dan pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan lingkungannya.

Keuntungan pengembangan sistem informasi atau proyek lain dengan menggunakan pendekatan in-sourcing adalah :

1. Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.

2. Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya untuk pekerja outsource.

3. Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport, dll.

Selain keuntungan diatas, terdapat beberapa kelemahan menggunakan in-sourcing, yaitu perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.

Perusahaan yang menggunakan strategi insourcing harus memperhatikan keuntungan dan kelemahan penggunaan strategi tersebut. Keuntungan penggunaan insourcing adalah :

  1. Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
  2. Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  3. Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
  4. Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
  5. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
  6. Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
  7. Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  8. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

Adapun kekurangan dari penerapan strategi Insourcing adalah  :

  1. Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.
  2. Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
  3. Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
  4. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
  5. Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
  6. Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).

Kesimpulan

Jika suatu perusahaan kekurangan pekerja, kemudian tidak memiliki waktu dan tenaga untuk mengembangkan aplikasi secara internal, maka out-sourcing dapat menjadi pilihan bagi perusahaan tersebut dalam mengembangkan proyek atau operasional perusahaannya. Out-sourcing dalam hal ini akan membantu perusahaan untuk memangkas waktu, memangkas effort atau usaha yang dilakukan, dan juga memangkas penggunaan tenaga kerja, dan juga memberikan hasil bagi perusahaan.

Jika perusahaan memerlukan jasa yang membutuhkan keahlian pada area tertentu yang bukan merupakan core competency dari perusahaan, maka out-sourcing kembali jadi pilihan disini, karena dengan out-sourcing dapat memberikan akses pada jasa keahlian, dan juga dapat mengurangi biaya, dan lebih cepat mendapatkan hasil dari proyek atau operasional perusahaan yang dilempar ke pihak ketiga atau perusahaan outsource.

Jika suatu operasional perusahaan yang akan dikerjakan meliputi proses produksi, maka in-sourcing atau self-sourcing yang menjadi pilihan, karena akan menghemat biaya transportasi dan perusahaan memiliki kontrol lebih terhadap proyeknya.

Namun bila dibandingkan keuntungan dan kerugiannya antara pendekatan yang satu dengan yang lain, maka penulis lebih memilih pendekatan out-sourcing. Karena perusahaan tidak perlu berkorban waktu, sumber daya manusia, dan lain sebagainya untuk mengembangkan proyek, dan dapat berkonsentrasi terhadap project yang lainnya. Dan biaya yang jika dikalkulasi secara keseluruhan lebih murah daripada proyek yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan lainnya.

Daftar Pustaka

Advice on outsourcing and information technology benefits. http://www.theoutsourceblog.com /2010/06/advice-on-outsourcing-and-information-technology-benefits/

Apakah Manfaat Sistem Informasi Bagi Bisnis Anda?.http://www.setiabudi.name/archives/373.

Bacheldor, Beth. 2010.Does Outsourcing IT Security Make You Uneasy?. http://advice. cio.com/beth_bacheldor/10647/does_outsourcing_it_security_make_you_uneasy

Beberapa Alasan Mengapa Perusahaan Melakukan Outsourcing dalam Teknologi Informasi. http://ayusuryadi.multiply.com/reviews/item/12

Find The Best Outsourcing Information Security . http://blog.bestsoftware4download.com /2010/02/find-the-best-outsourcing-information-security/

Lianna, 2010.IT Outsourcing. http://lianna.blog.binusian.org/2010/01/09/74/

Manajemen Proyek TI, pilihan atau keharusan?. http://www.maestroglobal.info/manajemen-proyek-ti-pilihan-atau-keharusan/

Mengukur nilai bisnis penerapan Teknologi Informasi. http://www.maestroglobal.info/mengukur-nilai-bisnis-penerapan-teknologi-informasi/comment-page-1/#comment-95

Outsourcing-kan Pekerjaan Anda. http://adabisnis.com/outsourcing-kan-pekerjaan-anda/

Outsourcing Pengolahan Data. http://blog.i-tech.ac.id/zarra/2009/08/10/outsourcing-pengolahan-data/

Pemanfaatan IT: “Dilema Outsourcing atau Internal Development”. http://www.setiabudi. name/wpcomments-post.php.

Pendekatan Pengembangan Sistem Informasi. http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html.

Perencanaan Strategis Sistem Informasi. http://blog.cybergl.co.id/2010/01/07/perencanaan strategis-sistem-informasi/

Self-Sourcing, In-Sourcing, and Out-Sourcing. http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/

SEO tips for blogs hosted on Blogger. http://www.webpronews.com/topnews/2005/09/11/seo-tips-for-blogs-hosted-on-blogger

Sistem Informasi Kastamer (SISKA). http://primamoklet.wordpress.com/2010/03/11/sistem-informasi-kastamer-siska/.

Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.htmlOutsourcing tetap diandalkan industri teknologi informasi. http://bataviase.co.id/node/283853

The Best Reasons for You to Outsource Web Design. http://www.masjoe.com/the-best-reasons-for-your-to-outsource-web-design.html

Why Managed IT Services are Better. http://www.aiosolutions.com/IT-Blog/2010/04/13/why-managed-it-services-are-better/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.